SOP Source Code Version Control

PT Sun Artha Putra Mandiri
Standard Operating Procedure – Source Code Version Control

Nomor SOP:

> TUJUAN
      Merupakan acuan alur untuk melakukan version control pada source code.
> SCOPE
      Tahapan-tahapan dalam melakukan version control pada source code.
> DEFINISI
      Version Control merupakan aktivitas tracking dan mengelola perubahan terhadap kode software. Source code 
    merupakan sekumpulan perintah atau instruksi yang ditulis dalam bahasa pemrograman oleh seorang pengembang 
    perangkat lunak. Source code berisi instruksi-instruksi yang dapat dibaca oleh manusia dan diterjemahkan 
    menjadi program komputer oleh kompiler atau interpreter untuk menjalankan suatu aplikasi atau sistem. 
    Source code merupakan fondasi dari pengembangan perangkat lunak, karena dari source code itulah aplikasi 
    atau sistem yang diinginkan dapat dibangun dan dimodifikasi sesuai kebutuhan.
> PROSEDUR BAKU
        1.  COMMIT KODE VERSI BARU
                Pada saat melakukan commit kode versi baru, Developer perlu menambahkan deskripsi 
              penambahan/pengubahan fungsi pada kode tersebut, minimal mencantumkan tugas yang sesuai pada 
              Smartsheet Developer. Commit kode dilakukan ke branch dari masing-masing Developer.
                Commit kode versi baru dilakukan dengan penamaan versi berdasarkan semantic versioning, yaitu 
              major.minor.patch, sebagai contoh 1.0.3 menandakan kode ini merupakan rilis major pertama yang 
              sudah mengalami patching ke-3.
        2.  TESTING DAN QUALITY CONTROL (QC) BERDASARKAN DOKUMENTASI AWAL
                Testing dan QC dilakukan oleh Developer bersama dengan tim Functional. Apabila lolos hasil 
              testing dan QC, maka Tim Functional akan menjadwalkan User Acceptance Test (UAT). Apabila belum, 
              maka hasil kode program akan dikembalikan ke tim Developer untuk direvisi. Rincian dari langkah 
              QC ini dapat merujuk pada SOP QC – UAT BAST nomor 0006/SAPM/SOP-FN/IX/2021.
        3.  USER ACCEPTANCE TEST (UAT) ATAS DATA
                Pada tahap ini, UAT dilakukan oleh tim Functional dan tim Developer (selanjutnya disebut tim 
              Internal) bersama dengan User. Apabila hasil program tidak disetujui oleh User, maka tim 
              Internal akan memperbaiki ketidaksesuaian atas hasil tersebut dengan persetujuan tim Internal 
              maupun User. Rincian dari langkah UAT dapat merujuk pada SOP QC – UAT BAST 
              nomor 0006/SAPM/SOP-FN/IX/2021.
        4.  BERITA ACARA SERAH TERIMA (BAST)
                Setelah dilakukan UAT, tim Functional wajib melakukan Berita Acara Serah Terima (BAST) kepada 
              User dengan mengirimkan dokumen UAT (dapat melalui Docusign) untuk ditandatangani oleh tim 
              Functional dan User agar tidak ada konflik saat go-live. Proses UAT BAST harus dilakukan di saat 
              itu juga (di hari yang sama) sebelum sesi UAT berakhir.
        5.  INISIASI PULL REQUEST
                Setelah dilakukan UAT, tim Development memulai pull request untuk menggabungkan kode dengan 
              branch master. Pull request akan disetujui oleh tim Functional.
        6.  MERGE KODE KE BRANCH MASTER
                Setelah pull request disetujui, Senior Developer dari tim Development akan menggabungkan kode 
              yang telah disetujui ke dalam branch master. Langkah ini sekaligus akan meng-upgrade versi kode 
              dari sebelumnya.
> FLOWCHART
Was this page helpful?

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *