SOP Data Assessment

PT Sun Artha Putra Mandiri
Standard Operating Procedure – Data Assessment

Nomor SOP:

> TUJUAN
      Merupakan acuan alur Data Asssesment (D-AS) sampai dengan Berita Acara Serah Terima (BAST) yang perlu 
    diketahui.
> SCOPE
      Tahapan-tahapan Data Assessment (D-AS).
> DEFINISI
      Data Assessment (D-AS) adalah aktivitas untuk mengevaluasi data untuk menilai kelayakan data yang 
    digunakan dalam proyek atau proses bisnis.
> PROSEDUR BAKU
        1.  KICK OFF
                Tahap kick off dilakukan pertama kali pada prosedur data assessment. Pada tahap ini, Project 
              Manager menjelaskan goals dan requirement yang dibutuhkan sesuai dengan kontrak yang telah 
              ditentukan dengan Client sebelumnya.
        2.  DATA COLLECTION
                Pada tahap ini, Data Engineer akan melakukan import terhadap semua data inventori yang 
              tersedia.
        3.  DATA ASSESSMENT
                Pada tahap ini, penilaian kualitas data dilakukan berdasarkan goals dan requirement yang telah 
              ditetapkan sebelumnya. Penilaian kualitas data secara umum dapat dilakukan berdasarkan empat 
              metrik sebagai berikut:
                  3.1.  Completeness
                            Completeness mengacu pada kelengkapan data yang dibutuhkan dalam dataset. Sebagai 
                          contoh, apabila informasi pelanggan membutuhkan nama depan dan nama belakang, maka 
                          record yang kosong pada first name atau last name akan ditandai sebagai tidak 
                          lengkap. Metrik yang digunakan adalah persentase record yang lengkap.
                  3.2.  Validity
                            Validity mengacu pada validitas data sesuai ketentuan yang ditetapkan. Beberapa 
                          contoh ketentuan dapat berupa format (jumlah digit, dll.), tipe data yang dibolehkan 
                          (integer, floating-point, string, dll.), dan rentang nilai (nilai minimum dan 
                          maksimal). Metrik yang digunakan adalah persentase record yang semua nilainya valid.
                  3.3.  Timeliness
                            Timeliness mengacu pada apakah informasi yang tepat dapat tersedia ketika 
                          dibutuhkan. Metrik yang digunakan adalah perbedaan waktu antara ketika data 
                          dibutuhkan dan ketika data telah tersedia.
                  3.4.  Consistency
                            Consistency mengacu pada konsistensi dari representasi seluruh data store. Sebagai 
                          contoh, apabila tanggal lahir pada satu sistem menggunakan format MM/DD/YYYY, 
                          kemudian dilakukan import ke sistem lain yang menggunakan format DD/MM/YYYY, maka 
                          dapat dikatakan data tersebut tidak konsisten.
        4.  ASSESSMENT REPORT
                Setelah dilakukan data assessment, Technical Writer mendokumentasikan hasil data assessment ke 
              dalam Assessment Report sebelum dilakukan User Acceptance Testing (UAT).
        5.  USER ACCEPTANCE TESTING (UAT)
                Pada tahap ini dilakukan pertemuan untuk testing hasil kustomisasi yang telah lolos quality 
              control (QC) kepada User berdasarkan jadwal yang telah disepakati. Tim Technical memastikan ke 
              User bahwa hasil data assessment telah memenuhi batas minimum untuk dilanjutkan ke proses 
              pembuatan data warehouse. Apabila tidak disetujui, tim Technical dapat meminta kepada Client 
              untuk melengkapi atau memperbaiki sumber data sesuai dengan bagian yang masih kurang, kemudian 
              dilanjutkan dengan assessment ulang setelah data tersebut dilengkapi.
        6.  FINAL ASSESSMENT REPORT
                Pada tahap ini, Technical Writer melakukan revisi dan finalisasi pada dokumen Assessment 
              Report sebelum diberikan kepada Client.
> FLOWCHART
Was this page helpful?

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *